Pengertian
Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling
berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf
juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah
penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik
atau tema pembicaraan. Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah
karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai
dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea.
Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke
dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian
pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf
pertama.
Dalam 1 paragraf terdapat beberapa bentuk kalimat, kalimat-kalimat
itu ialah kalimat pengenal, kalimat utama (kalimat topik), kalimat
penjelas, dan kalimat penutup. Kalimat-kalimat ini terangkai menjadi
satu kesatuan yang dapat membentuk suatu gagasan. Panjang pendeknya
suatu paragraf dapat menjadi penentu seberapa banyak ide pokok paragraf
yang dapat diungkapkan.
Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya
merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Paragraf atau alinea
biasanya dibuat dibaris baru dengan 5 spasi, sehingga tulisannya
terlihat menjorok ke dalam. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat
menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan.
Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu
gagasan(gagasan tunggal).Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf
itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.
Dalam kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya
terdiri atas satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam
pembahasan ini wujud alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian
karena disamping bentuknya yang kurang ideal jika ditinjau dari segi
komposisi, alinea semacam itu jarang dipakai dalam tulisan ilmiah.
Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut
pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya ssudah
memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boleh
saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun
paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.
Unsur-unsurnya :
1.Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau pokok pikiran
Merupakan hal terpernting dalam pembuatan suatu alinea atau paragraf
agar kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat terjalin
sehingga bahasan dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok pikiran
yang telah ditentukan sebelumnya.
2.Kalimat utama atau pikiran utama
Merupakan dasar dari pengembangan suatu paragraf karena kalimat utama
merupakan kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat
utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan
akhir paragraf.
Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokoknya alinea dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
Deduktif : kalimat utama diletakan di awal alinea
Induktif : kalimat utama diletakan di akhir anilea
Variatif : kalimat utama diletakan di awal dan diulang pada akhir alinea.
Deskriptif/naratif : kalimat utama tersebar di dalam seluruh alinea
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan
pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat utama adalah kalimat
yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi
suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat
lainnya dalam bentuk kalimat penjelas. Kalimat utama yang diletakkan di
awal paragraf biasa kita sebut dengan paragraf deduktif, sedangkan
kalimat pokok yang diletakkan di akhir paragraf biasa kita sebut dengan
paragraf induktif. Adapun ciri-ciri dalam membuat kalimat utama, yakni
kalimat yang dibuat harus mengandung permasalahan yang berpotensi untuk
diperinci atau diuraikan lebih lanjut. Ciri-ciri lainnya yaitu kalimat
utama dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata
penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung
intrakalimat.
Contoh paragraf deduktif :
PBB menetapkan 12 Agustus sebagai hari Remaja Internasional. Pencetus
gagasan ini ialah para menteri sedunia yang menangani masalah remaja di
portugal 1998. Tujuannya guna memicu kesadaran remaja untuk memahami
masalah sosial budaya, lingkungan hidup, pendidikan dan kenakalan
remaja.
Contoh paragraf induktif :
Kalau ditanya rencana masa depan, banyak remaja menjawab asal-asalan.
Mereka tidak punya greget dalam menatap masa depan, mereka sebagai air,
mengikuti aliran tanpa berperan mengarahkan air itu. Tanpa motivasi,
tanpa perencanaan yang jelas. Mereka yang pesimis, harapan masa depannya
pun rendah.
- Kalimat penjelas
Merupakan kalimat yang berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama.
Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berisisi gagasan penjelas.
Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat
kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjukan pokok pikiran
atau kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan
berupa rincian, keterangan, contoh dll. Selain itu, kalimat penjelas
berarti apabila dihubungkan dengan kalimat-kalimat di dalam paragraf.
Kemudian kalimat penjelas sering memerlukan bantuan kata penghubung,
baik kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung intrakalimat.
Syarat – syaratnya :
- Kesatuan, maksudnya semua kalimat yang membina alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal suatu hal tertentu.
- Koherensi, (kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu).
- Perkembangan alinea, (perkembangan alinea adalah penyusunan/ perician daripada gagasan-gagasan yang membina alinea-alinea itu)
- Efektif, dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan secara tepat.
Macam – macamnya :
Paragraf Narasi
Ialah jenis paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa
berdasarkan urutan waktu. Paragraf narasi terdiri atas narasi kejadian
dan narasi runtut cerita. Paragraf narasi kejadian adalah paragraf yang
menceritakan suatu kejadian atau peristiwa, sedangkan paragraf narasi
runtut cerita adalah paragraf yang pola pengembangannya dimulai dari
urutan tindakan atau perbuatan yang menciptakan atau menghasilkan
sesuatu. Dalam paragraf narasi terdapat alur cerita, tikoh, setting dan
konflik, paragraf narasi juga tidak memiliki kalimat utama.
Contoh paragraf narasi:
Kemudian mobil meluncur kembali, Nyonya Marta tampak bersandar
lesu. Tangannya dibalut dan terikat di leher. Mobil itu berhenti didepan
rumah. Lalu bawahan suaminya beserta istri-istri mereka pada keluar
rumah untuk menyongsong. Tuan Hasan memapah istrinya yang sakit.
Sementara bawahan tuan Hasan berlomba menyambut kedatangan nyonya Marta.
Paragraf narasi juga dapat dibedakan menurut jenis ceritanya, yaitu:
- Narasi Ekspositoris ialah jenis narasi yang berisikan rangkaian
perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui
peristiwa itu secara tepat.
Contoh paragraf narasi ekspositoris:
Siang itu, sabtu pekan lalu, Ramin bermain sangat bagus.
Mula-mula ia menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian
dengan klarinet, meniupkan garis melodi utamanya. Ramin dan tujuh
kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi, mengiringi Akhmad,
memepelai pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di
Perumahan Kampung Meruyung. Mereka membawakan “Mars Jalan”
yang dirasa tepat untuk mengantar Akhmad, sang pengantin ….
- Narasi Sugestif ialah jenis narasi yang hanya mengisahkan suatu
hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi pengarang. Jenis karangan ini
dapat dilihat pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel. Narasi
sugestif selalu melibatkan daya khayal atau imajinasi karena sasaran
yang ingin dicapai yaitu kesan terhadap peristiwa.
Contoh paragraf narasi sugestif:
Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Dengan cepat ia
mengayunkan pedang itu ke tubuh Tunjungsekar. tapi, aneh sebeleum
menyentuh tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih
Pranggulang memungut pedang itu dan membacokkan lagi ke tubuh
Tunjungsekar. Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu, Akan
tetapi, semuanya gagal.
Paragraf Deskripsi
Ialah paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan kata-kata yang
mampu merangsang indra pembaca. Artinya penulis ingin membuat pembaca
melihat, mendengar maupun merasakan apa yang sedang mereka baca dari
paragraf tersebut.
Contoh Paragraf Deskriptif:
Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai
Swarangan. Gelombang ombak yang tidak terlalu besar datang bergulung
silih berganti menyambut siapapun yang datang seakan ingin mengajak
bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang terhampar luas
tanpa ada karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Sejauh
mata memandang yang kulihat hanya laut yang terbentang luas dan biru.
Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombak yang terus-menerus
menghempas kakiku dan terasa asin ketika air laut itu menyentuh bibirku
karena percikannya. Disepanjang bibir pantai kulihat wisatawan beserta
keluarga dan teman-teman mereka berkumpul membentuk suatu kelompok kecil
untuk menikmati keindahan pantai Swarangan. Tidak jauh dari tempat itu
aku juga melihat beberapa wisatawan berkejar-kejaran di bibir pantai,
bermain bola, bermain dengan air, atau berfoto-foto dengan latar
belakang pantai. Meskipun tak seramai dengan pantai-pantai yang sudah
terkenal di kancah nasional maupun internasional pantai ini tak pernah
surut oleh wisatawan yang datang.
Ciri-ciri paragraf deskriptif ialah:
- Menggambarkan atau melukiskan suatu benda, tempat, atau suasana tertentu.
- Penggambaran dilakukan dengan melibatkan panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan).
- Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sendiri objek yang dideskripsikan.
- Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci.
Didalam paragraf deskriptif terdapat pola pengembangan paragraf, yaitu:
- Pola Spasial
- Pola Sudut Pandang
Pola sudut pandang adalah pola pengembangan yang berdasarkan pada
posisi penulis saat menggambarkan suatu objek. Pola sudut pandang
terbagi lagi menjadi 2 pola yaitu:
- Pola Subjektif ialah pola yang menggambarkan objek sesuai penafsiran dengan disertai kesan atau opini dari penulis.
- Pola Objektif ialah pola pengembangan paragraf deskripsi dengan cara
menggambarkan objek secara apa adanya tanpa disertai opini penulis.
Paragraf Eksposisi
Ialah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan,
menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan suatu topik kepada
pembaca dengan tujuan untuk memberikan informasi sehingga memperluas
pengetahuan pembaca. Untuk memahaminya pun pembaca perlu melakukan
proses berpikir dan melibatkan pengetahuan.
Ciri-ciri paragraf eksposisi:
- Memaparkan definisi dan memaparkan langkah-langkah, metode atau melaksanakan suatu tindakan.
- Gaya penulisannya bersifat informatif.
- Menginformasikan/menceritakan sesuatu yang tidak bisa dicapai oleh alat indra.
- Paragraf eksposisi umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana.
Contoh Paragraf Eksposisi:
Sejak zaman dahulu, nenek moyang kita telah mengenal tanaman
lidah buaya beserta manfaatnya bagi manusia. Manfaat lidah buaya tidak
hanya sebagai penyubur rambut, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan.
Tumbuhan tanpa buah ini memilikii ciri fisik sebagai berikut: daun
berbentuk panjang dengan duri kedua sisi daunnya, tebal, dan berwarna
hijau. Daunnya mengandung serat bening sebagai daging. Meskipun lidah
buaya sejak dahulu dikenal memiliki banyak khasiat, belum banyak yang
mengetahui bahwa tanaman ini bisa menjadi komoditas yang menguntungkan.
Menariknya, komoditas ini tidak hanya bermanfaat sebagai ramuan penyubur
rambut, tapi juga sebagai minuman yang menyehatkan seperti teh lidah
buaya yang terbuat dari daun lidah buaya yang dikeringkan dan kuliner
sepert: kerupuk dan jelly lidah buaya.
Paragraf eksposisi terbagi dalam beberapa jenis yaitu:
- Eksposisi Definisi, batasan pengertian topik dengan menfokuskan pada karakteristik topik itu sendiri.
Contoh paragraf eksposisi definisi:
Ceplukan adalah tumbuhan semak liar yang biasanya tumbuh di
tanah-tanah kosong yang tidak terlalu becek dan hanya bisa ditemukan
pada saat musim penghujan. Tumbuhan ini memiliki tinggi antara 30-50 Cm,
dengan ciri fisiknya ialah memiliki batang yang berwarna hijau
kekuningan, buahnya berbentuk bulat dan berwarna kuning. Daging buah
ceplukan yang tidak hanya terasa manis, ternyata juga mengandung
beberapa khasiat penting untuk menyembuhkan penyakit seperti influenza,
sakit paru-paru, kencing manis, dan beberapa penyakit lain. Meski
memiliki beberapa khasiat penting, keberadaan tumbuhan ini sering
disepelekan karena diangggap sebagai tumbuhan liar yang sama tidak
pentingnya dengan tumbuhan liar yang lain.
- Eksposisi Klasifikasi ialak paragraf yang membagi sesuatu dan mengelompokkannya ke dalam kategori-kategori.
Contoh paragraf eksposisi klasifikasi:
Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, tergantung
pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pada
pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan
historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra yang berkaitan
dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan
impresionistik menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan pada
efek personil karya sastra pada kritikusnya.
- Eksposisi Proses, paragraf jenis ini sering ditemukan pada buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.
Contoh paragraf eksposisi proses:
Lemon dan jeruk nipis ternyata memiliki khasiat sebagai
penghilang jerawat. Kedua buah ini mengandung citric acid yang sangat
kaya dan sangat baik untuk memindahkan sel-sel kulit mati yang bisa
menjadi penyebab jerawat. Cara menggunakannya ialah dengan mencampurkan
perasan lemon atau jeruk nipis dengan air mawar, kemudian oleskan di
wajah secara merata dan biarkan selama 10-15 menit. Setelah itu bilas
wajah dengan air hangat. Penerapan yang dilakukan secara rutin dan
konsisten selama 15 hari akan memberikan hasil yang maksimal.
- Eksposisi Ilustrasi (contoh), pengembangannya menggunakan gambaran
sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu
dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat.
Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti” dan “bagaikan.“
Contoh paragraf eksposisi ilustrasi (contoh):
Sebenarnya, kondisi ekonomi kita sudah relatif membaik.
Indikatornya dapat dilihat dari berbagai aspek. Misalnya, dalam bidang
otomotif. Setiap hari kita temukan aneka kendaraan melintas di jalan
raya. Sepeda motor baru, mobil pun baru. Ini menandakan bahwa taraf
hidup masyarakat mulai membaik. Indikator lain seperti daya beli
masyarakat akan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dalam bidang
papan, misalnya, banyak warga masyarakat yang membangun tempat tinggal
yang permanen.
- Eksposisi Pertentangan, berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang digunakan adalah “akan tetapi“, “meskipun begitu“, “sebaliknya“.
Contoh paragraf eksposisi pertentangan:
Orang yang gemar bersepeda, pada umumnya ialah orang-orang yang
suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan
orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan
menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.
- Eksposisi Berita ialah paragraf yang berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar
Contoh paragraf eksposisi berita:
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan
dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu
terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya,
permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya
meningkat.
- Eksposisi Perbandingan, dalam hal ini penulis mencoba menerangkan
ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.
Contoh paragraf eksposisi perbandingan:
Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya, yang
banyak adalah penggemarnya. Berbeda dengan olah raga jalan kaki,
peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Karena, tidak ada orang yang
menonton orang lain berjalan kaki.
- Eksposisi Analisis, proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu
gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing
subbagian dikembangkan secara berurutan.
Contoh paragraf eksposisi analisis:
Beragam teori dikemukakan untuk menemukan latar belakang kematian
Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang
detektif memperkirakan, Merilyn memiliki hubungan dengan J.F. Kennedy.
Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh
penting AS tersebut …
Paragraf Argumentasi
Ialah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat
penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi). Tujuannya
adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut
adalah benar dan terbukti.
Ciri-ciri paragraf argumentasi, yaitu:
- Menjelaskan suatu pendapat agar pembaca yakin.
- Memerlukan fakta untuk membuktikan pendapatnya biasanya beruapa gambar/grafik, dll.
- Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman dan penelitian.
- Penutup berisi kesimpulan.
Jenis-jenis paragraf argumentasi:
- Pola Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Contoh Pola Analogi: Sifat
manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia
itu meraih kepandaian, kebesaran, dan kekayaan, sifatnya akan menjadi
rendah hati dan dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi,
ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri
tegak.
- Pola Generalisasi (pola umum) adalah penalaran induktif dengan cara
menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Contoh Pola
Generalisasi: Setelah karangan anak-anak kelas 8 diperiksa, ternyata
Ali, Toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang
lainmendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang punmendapat nilai
kurang. Boleh dikatakan, anak kelas 8 cukup pandaimengarang.
- Pola Hubungan Sebab Akibat adalah paragraf yang dimulai dengan
mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan
yang menjadi akibat. Contoh Pola Hubungan Sebab Akibat: Kemarau
tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai
penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa
initidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal
dankurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya.
Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.
Paragraf Persuasi
Ialah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau
berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat
tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan
fakta.
Ciri-ciri paragraf persuasi, yaitu:
- Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
- Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
- Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
- Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
- Persuasi memerlukan fakta dan data.
Contoh paragraf persuasi:
Masyarakat Hindu di Bali memiliki upacara kematian yang sangat
unik dan memiliki daya tarik tersendiri untuk wisatawan asing maupun
lokal. Ritual unik ini disebut dengan ngaben
. Ngaben adalah
ritual atau upacara pembakaran mayat sebagai simbol penyucian roh orang
yang sudah meninggal. Karena dalam pelaksanaannya membutuhkan berbagai
perlengkapan dengan biaya yang cukup besar, maka tidak semua orang telah
meninggal bisa langsung di aben. Jenazah yang belum di aben biasanya
akan dikubur terlebih dahulu sambil menunggu semua perlengkapan ngaben
telah siap dan lengkap. Jika ingin melihat ritual pembakaran mayat yang
sangat unik ini, tidak ada salahnya anda berkunjung ke Provinsi Bali
karena Upacara Ngaben dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat Hindu di
Bali.
PENGEMBANGAN ALINEA :
Metode-metode pengembangan paragraf sesuai dengan dasar pembentuk alinea.
- Klimaks dan Anti-Klimaks
Perkembangan gagasan dalam sebuah paragraf dapat disusun dengan
mempergunakan dasar klimaks, yaitu suatu gagasan utama diperinci dengan
sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya,
berangsur-angsur dengan gagasan-gagasan lain hingga ke gagasan yang
paling tinggi kedudukannya atau kepentingannya.
Variasi dari klimaks adalah anti-klimaks, yaitu penulis mulai dari
suatu gagasan atau tema yang dianggap paling tinggi kedudukannya,
kemudian perlahan-lahan menurun melalui gagasan-gagasan yang lebih
rendah hingga yang paling rendah.
- Sudut Pandang
Yang dimaksud dengan sudut pandang adalah tempat dari mana seorang
pengarang melihat sesuatu. Sudut pandang juga mencakup pengertian
bagaimana pandangan dan anggapan penulis terhadap subjek yang sedang
digarapnya.
- Perbandingan dan Pertentangan
Yang dimaksud dengan perbandingan dan pertentangan adalah suatu cara
seorang pengarang menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua orang,
objek, atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi tertentu. Segi-segi
perbandingan harus disusun sedemikian rupa sehingga kita dapat sampai
kepada gagasan sentralnya.
- Analogi
Bila perbandingan dan pertentangan membuat perbedaan antara dua hal,
maka analogi merupakan perbandingan yang sistematis dari dua hal yang
berbeda, tetapi dengan memperlihatkan kesamaan fungsi dari dua hal
tesebut sebagai ilustrasi.
- Proses
Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau
perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu, atau
urutan dari sesuatu peristiwa atau kejadian. Untuk menyusun proses,
pertama penulis harus mengetahui perincian-perincian secara menyeluruh.
Kedua, ia harus membagi proses tersebut atas tahap-tahap kejadiannya.
Bila tahap-tahap kejadian ini berlangsung dalam waktu-waktu yang
berlainan, maka penulis harus memisahkan dan mengurutkannya secara
kronologis. Ketiga, sesudah melakukan pembagian, harus dijelaskan tiap
tahap-tahap secaradetail dan tegas sehingga pembaca dapat melihat
seluruh prose situ dengan jelas.
- Sebab – Akibat
Pengembangan alenia dapat pula dilakukan dengan menggunakan pola
sebab-akibat sebagai dasar. Dalam hal ini sebab bisa bertindak sebagai
gagasan utama, sedangkan akibat sebagai rincian pengembangannya. Tetapi
data juga terbalik, akibat dijadikan gagasan utama sedangkan untuk
memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai
perincian.
- Umum – Khusus
Cara umum-khusus dan khusus-umum merupakan cara yang paling umum
untuk mengembangkan gagasan-gagasan dalam sebuah alenia secara teratur.
Pertama, gagasan utamanya ditempatkan pada awal alenia, dan
perincian-perinciannya terdapat dalam kalimat-kalimat berikutnya. Kedua,
dikemukakan perincian-perincianya, kemudian pada akhir alenia
generalisasinya. Jadi, yang satu bersifat deduktif, sedangkan lainnya
bersifat induktif.
- Klasifikasi
Yang dimaksud dengan klafisikasi adalah sebuah proses untuk
mengelompokan gagasan-gagasan yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan
tertentu. Oleh sebab itu, Klasifikasi tertuju pada dua arah yang
berlawanan yaitu :
- Mempersatukan satuan-satuan ke dalam suatu kelompok.
- Memisahkan kesatuan tadi dari kelompok yang lain.
- Definisi
Yang dimaksud dengan definisi dalam pembentukan sebuah alenia adalah
usaha pengarang untuk memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah
istilah atau hal.
MACAM-MACAM ALINEA
Menurut fungsinya :
- Alinea pembuka
- membuka suatu karangan
- menarik minat dan perhatian pembaca
- menyiapkan pikiranpembaca
- Alinea penghubung
Semua alinea yang terdapat diantara alinea pembuka dengan alinea penutup.
- Alinea penutup
- mengakhiri karangan/bagian karangan
- mengandung kesimpulan yang bulat dan betul-betul mengakhiri uraian
- menimbulkan banyak kesan
Menurut posisi kalimat topik
- Alinea Deduktif
Bila kalimat pokok ditempat pada bagian awal alinea akan terbentuk
alinea deduktif, yaitu alinea yang menyajikan pokok permasalahan
terlebih dahulu, lalu menyusul uraian yang terinci mengenai permasalahan
atau gagasan alinea (urutan umum-khusus).
- Alinea Induktif
Bila kalimat pokok ditempatkan pada akhir alinea akan terbentuk
alinea induktif, yaitu alinea yang menyajikan penjelasan terlebih
dahulu, barulah dia
- Alinea Deduktif-Induktif
Bila kalimat pokok ditempatkan pada bagian awal dan akhir alinea,
terbentuklah alinea campuran deduktif-induktif. Kalimat pada akhir
alinea umumnya menegasakan kembali gagasan utama yang terdapat pada awal
alinea.
- Alinea Penuh Kalimat Topik
Semua kalimatnya penting. Alinea semacam ini sering dijumpai dalam
uraian-uraian bersifat deskriptif dan naratif terutama dalam karangan
fiksi.
Contoh paragraf penuh kalimat topik :
” Pagi hari itu aku berolahraga di sekitar lingkungan rumah. Dengan
udara yang sejuk dan menyegarkan. Di sekitar lingkungan rumah terdengar
suara ayam berkokok yang menandakan pagi hari yang sangat indah. Kuhirup
udara pagi yang segar sepuas-puasku.”
Berdasarkan isinya :
- Alinea persuatif
Isi alinea ini mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca.
Contoh:
Indonesia terkenal sebagai negara agragris yaitu negara yang
masyarakatnya pada umumnya berkerja di bidang pertanian. Karena itu
banyak sekali hasil dari pertanian yang terbesar ialah padi.
Namun tanpa kita sadari karena tingginya ketergantungan terhadap padi
sendiri membuat pertanian kita hanya bergantung pada sektor tersebut.
Sedangkan karena tingginya jumlah konsumen nasi membuat kebutuhan akan
padi semakin meningkat hingga pada titik tertentu Indonesia harus impor
beras. Ini ialah hal yang sangat riskan karena negara agragris harus
meng impor beras.
Hal ini tidak lepas dari kebiasaan masyarakat yang bergantung pada
nasi. Padahal masih banyak makanan yang bisa menggantikan padi. Oleh
karena itu beralih lah ke makanan lain pengganti nasi seperti jagung dan
ubi-ubi an yang tidak hanya mudah ditemukan dan tentunya lebih ekonomis
dan dapat menumbuhkan sektor pertanian yang lainnya.
- Alinea argumentatif
Isi alinea ini membahas satu masalah dengan bukti-bukti alasan yang
mendukung. Paragraf argumentasi mempunyai dua pola pengembangan, yaitu
sebagai berikut:
- Sebab ke Akibat, yaitu jenis pola pengembangan paragraf argumentasi
yang berawal dari peristiwa yang dianggap sebagai penyebab, lalu menuju
kepada kesimpulan yang berupa efek atau akibat yang ditimbulkan dari
peristiwa tersebut.
- Akibat ke Sebab, merupakan kebalikan dari pola pengembangan paragraf
argumentasi yang sebelumnya. Paragraf ini dimulai dari menjelaskan
suatu masalah yang dianggap sebagai akibat lalu bergerak menuju hal-hal
yang dianggap sebagai penyebab masalah tadi.
Contoh Paragraf Argumentasi Sebab Akibat
“Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu maju mundurnya suatu
bangsa. Adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan lagi bahwa pendidikan
di indonesia adalah pendidikan yang sangat mahal dan tak terjangkau bagi
masyarakat tak mampu. Pada tahun 2010 saja terdapat 1,08 juta siswa SD
hingga SMA yang putus sekolah. Biaya pendidikan yang mahal diperkirakan
menjadi sebab tingginya angka putus sekolah di tahun 2010 tersebut.”
Contoh Paragraf Argumentasi Akibat Sebab
“Kerusakan lingkungan merupakan salah satu masalah terbesar yang
dihadapi oleh umat manusia di era modern sekarang ini. Hampir setiap
hari kita selalu disuguhi dengan berita-berita tentang berbagai macam
bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kekeringan dan berbagai
macam bencana alam lain yang telah memakan banyak sekali korban baik
harta maupun nyawa. Bencana-bencana alam “buatan” yang sering terjadi
saat ini, tak lain dan tak bukan adalah akibat dari pola hidup sebagian
besar manusia modern yang tidak ramah lingkungan.”
- Alinea naratif
Isi alinea ini menuturkan peristiwa atau keadaan kedalam bentuk cerita.
Contoh:
“Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari
dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku
tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika
itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah
berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan.
Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa
senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria,
aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis,
pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku
mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke
mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa
hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan
seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang
indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun
mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya
kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.”
- Alinea deskriptif
Isi alinea ini melukiskan atau menggambarkan sesesuatu dengan bahasa.
Contoh:
“Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang
Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti
menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir
putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang
yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri,
aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan bukit
berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai.
Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan
terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku
berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan.
Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola,
bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang
paling membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang
menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku
lihat, pantai ini memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi
pantai Parang Tritis.”
- Alinea ekspositoris
Isi alinea ini memaparkan sesuatu fakta atau kejadian tertentu.
Contoh:
“Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah
Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang
terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta.
Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta
selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan
Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat
pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya
gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut
biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda
Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar
yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian
yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan
berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian
tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi
tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis
untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain
anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang
dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga
parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.”